12 Maret 2013

SEPULUH MUTIARA YANG PALING BERHARGA YANG AKAN DI AMBIL MALAIKAT JIBRIL DARI BUMI


Beberapa jumat yang lalu (01 Maret 2013) ketika saya sholat jumat di dekat tempat tinggal saya, Khotib membawakan khutbah jumat yang menurut saya menarik. Selain ringkas juga jelas. sebenarnya khotib hanya menjelaskan satu hadist nabi yang cukup panjang dan dikaitkan dengan kondisi yang sedang terjadi sekarang ini yaitu krisis kepercayaan, krisis moral, korupsi, hedonisme (cinta dunia) dan keburukan-keburukan lain yang terjadi sekarang ini . hadist ini menceritakan percakapan nabi Muhammad dengan malaikat jibril ketika beliau sakit dan sudah dekat dengan wafat beliau. Bunyi hadist tersebut adalah:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
رُوِىَ أَنَّ جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ نَزَلَ عَلَى النَّبِىِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فىِ مَرَضِ مَوْتِهِ فَقاَلَ ياَجِبْرِيْلُ هَلْ تَنْزِلُ مِنْ بَعْدِى ؟؟ فَقاَلَ نَعَمْ ياَرَسُوْلَ اللهِ أَنْزِلُ عَشْرَ مَرَّاتٍ أَرْفَعُ العَشْرَ الجَواَهِرِ مِنَ الأَرْضِ قاَلَ ياَ جِبْرَيْلُ وَماَتَرْفَعُ مِنْهاَ ؟ قاَلَ ؛ (الأَوَّلُ) أَرْفَعُ البَرَكَةَ مِنَ الأَرْضِ (وَالثَّانىِ) أَرْفَعُ المَحَبَّةَ مِنْ قُلُوْبِ الخَلْقِ (وَالثَّالِثُ) أَرْفَعُ الشُّفْقَةَ مِنْ قُلُوْبِ الأَقاَرِبِ (وَالرَّابِعُ) أَرْفَعُ العَدْلَ مِنَ الأُمَراَءِ (وَالخاَمِسُ) أَرْفَعُ الحَياَءَ مِنَ النِّساَءِ (وَالسَّادِسُ) أَرْفَعُ الصَّبْرَ مِنَ الفُقَراَءِ (وَالسَّابِعُ) أَرْفَعُ الوَرَعَ وَالزُهْدَ مِنَ العُلَماَءِ (وَالثَّامِنُ) أَرْفَعُ السَّخاَءَ مِنَ الأَغْنِياَءِ (وَالتَّاسِعُ) أَرْفَعُ القُرْآنَ (وَالعاَشِرُ) أَرْفَعُ الإِيْماَنَ

Diriwayatkan, bahwa malaikat Jibril turun menjumpai baginda Nabi SAW, saat itu beliau dalam keadaan sakit yang mengantarnya wafat. “Hai Jibril, apakah kamu masih tetap akan turun ke bumi setelah saya meninggal ?” tanya Nabi SAW pada Jibril. “Ya, betul, saya masih tetap akan turun Ya Rasulullah, saya akan turun sebanyak sepuluh kali, karena saya akan mengambil sepuluh macam mutiara di muka bumi” jawab malaikat Jibril. “Hai Jibril, apa yang mau kamu angkat dari bumi ?” tanya Nabi SAW ingin tahu. Kemudian Jibril pun menjelaskan : Pertama, saya akan mengambil keberkahan dari muka bumi. Kedua, saya akan mengambil rasa cinta dari hati para makhluk. Ketiga, saya akan mengambil rasa sayang dari hati kerabat, saudara. Keempat, saya akan mengambil keadilan dari para penguasa, Pemerintah. Kelima, saya akan mengambil rasa malu dari para wanita. Keenam, saya akan mengambil kesabaran dari orang-orang fakir, miskin dan yang tertimpa musibah. Ketujuh, saya akan mengambil sifat kehati-hatian dan sikap zuhud (hati tidak terikat duniawi) dari para Ulama. Kedelapan, saya akan mengambil sifat dermawan dari orang-orang kaya. Kesembilan, saya akan mengambil Al-Qur’an dan Kesepuluh, saya akan mengangkat keimanan.






Dari terjemah hadist tersebut sepuluh mutiara yang paling berharga yang akan diambil oleh malaikat jibril dari bumi adalah :
  1. keberkahan dari muka bumi
  2. rasa cinta dari hati para makhluk
  3. rasa sayang dari hati kerabat, saudara
  4. keadilan dari para penguasa, Pemerintah
  5. rasa malu dari para wanita
  6. kesabaran dari orang-orang fakir, miskin dan yang tertimpa musibah
  7. sifat kehati-hatian dan sikap zuhud (hati tidak terikat duniawi) dari para Ulama
  8. sifat dermawan dari orang-orang kaya
  9. Al-Qur’an
  10. Keimanan


sangatlah relevan jika keburukan dan kebobrokan akhlak yang terjadi saat ini karena manusia dibumi ini sudah tidak mempunyi 10 mutiara ini. tapi saya sangatlah berharap bahwa malaikat jibril belum mengambil kesepuluh mutiara tersebut. terutama mutiara Al-quran dan mutiara iman karena mutiara Alquran adalah cahaya penerang bumi ini petunjuk umat islam untuk menjalani hidup ini walaupun banyak umat yang melupakannya. sedangkan mutiara iman jika seseorang sudah tidak mempunyai mutiara ini maka dia termasuk orang yang paling rugi di dunia dan hidupnya sia-sia walaupun dia kaya, berpangkat, punya pengaruh dan punya segalanya di dunia ini. karena iman adalah nikmat yang terbesar dan terbaik untuk manusia. semoga kita semua bisa menjaga sepuluh mutiara. AMIN

Catatan :
Beberapa hari setelah khutbah jumat tersebut saya ingin mencari penjelasan yang rinci dari hadist tersebut secara tidak sengaja saya membuka situs situs resmi NU ( Nahdlatul Ulama) yaitu www. nu.or.id. Ternyata bahan khotbah tersebut kayaknya di ambil oleh khotib dari situs resmi NU tersebut. bagi yang ingin menbaca isi khotbah tersebut bisa buka linknya di


Wassalamualaikum wr wb semoga bermanfaat :))




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar